Lionel Messi Yang Terus Gagal Di Argentina
Lionel Messi Argentina

Pada kejuaraan Liga EURO Cup Lionel Messi pemain ajaib Barcelona yang di juluki La Pulga adalah seorang pemain tim nasional Argentina.

Namun performa Messi di Argentina sangat terbalik saat dirinya bermain di FC Barcelona.

Pasalnya dirinya merupakan pemain andalan sang klub besar asal Spanyol tersebut dirinya bahkan merupakan pemain yang paling di takuti di Spanyol saat ini setelah sang rival Cristiano Ronaldo telah pindah ke Italy.

Akan tetapi sampai saat ini Lionel Messi masih gagal menjadi pemain yang bisa menjadi ancaman terbesar di Liga Dunia atau Kejuaraan Antar Tim nasional.

Bahkan Lionel Messi masih belum bisa mempersembahkan sebuah Trofi pun bagi tim nasional Argentina hingga saat ini, bahkan Messi sering kali mendapat kritik pedas karena gagal bermain di Argentina.

Keajaiban yang di buat Messi saat di FC Barcelona bahkan tidak bisa Messi berikan kepada tim nasional Argentina sampai-sampai semua penggemar Argentina sama sekali tidak menganggap seorang Lionel Messi adalah pemain kuat Argentina.

Karena Dalam FIFA WORLD CUP 2018 Argentina sama sekali tidak menunjukkan performa yang mencengangkan karena Argentina bisa lolos babak penyisihan setelah hampir di eleminasi.

Tapi Argentina berhasil masuk ke dalam babak 16 besar akan tetapi di babak 16 besar Argentina di singkirkan oleh Perancis dengan mudah.

Bahkan dalam 2019 ini di Piala EURO Argentina juga kembali mengalami kekalahan melawan Venezuela dengan score 1-3 tanggal 22 maret 2019, dan setelah itu tanggal 26 maret 2019 Argentina hanya bisa menang dengan 0-1 melawan Morocco.

Pengakuan Lionel Messi Setelah World Cup 2018

Setelah Argentina gagal melaju lebih sebagai juara di World Cup 2018 Lionel Messi di kritik dan tidak di hargai dalam team.

Bahkan setelah Messi gagal membawa Argentina menjadi Runner Up dirinya di kritik dan menjadi frustasi sehingga dirinya ingin pindah dari Argentina bersama istri dan anaknya.

Dan bahkan Lionel Messi sendiri sempat berpikir untuk mengundurkan diri dari dunia pesepakbola karena baginya tidak mudah menjadi pemain yang selalu di kritik dan di salahkan dari kekalahan tim nasional.